Berpulangnya Perawat Kutai Kartanegara

 Jejak Pengabdian Seorang Perawat

Langit Kutai Kartanegara pagi itu terasa berbeda. Bukan karena hujan atau mendung, tetapi karena sebuah kabar duka yang menyentuh hati banyak orang. Seorang perawat, anggota PPNI Kutai Kartanegara, telah berpulang ke rahmatullah. Almarhumah dikenal sebagai sosok sederhana yang selama ini mengabdikan dirinya bekerja di salah satu rumah sakit di Kutai Kartanegara, tempat ia menunaikan tugas kemanusiaan dengan sepenuh hati.

Semasa hidupnya, almarhum tidak hanya merawat pasien dengan ilmu dan keterampilan, tetapi juga dengan ketulusan. Senyum ramah, kesabaran, dan kesediaannya membantu siapa pun menjadi saksi bisu dari dedikasi yang tak pernah ia keluhkan. Bagi rekan sejawat, ia adalah teman kerja yang rendah hati. Bagi pasien dan keluarga, ia adalah harapan di saat-saat sulit.

Saat kepergiannya tiba, rasa kehilangan itu terasa nyata. Namun di tengah duka, tampak jelas betapa besar jejak kebaikan yang telah ia tinggalkan. Jenazah almarhum dishalatkan bersama oleh masyarakat, Ketua PPNI Kutai Kartanegara, rekan sejawat, dan dipimpin langsung imam Mushola terdekat. Barisan jamaah yang memenuhi shaf menjadi bukti bahwa pengabdian yang tulus tak pernah sia-sia—ia hidup dalam doa dan kenangan banyak orang.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Langkah-langkah pelan menuju peristirahatan terakhir seakan mengiringi perjalanan panjang seorang perawat yang telah menunaikan amanah profesinya hingga akhir hayat. Air mata duka bercampur dengan doa, mengantarkan almarhum kembali kepada Sang Pencipta.

Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, Pengurus PPNI Kutai Kartanegara menyerahkan tali asih kepada keluarga yang ditinggalkan. Bukan semata bantuan materi, melainkan simbol kehadiran organisasi dan keluarga besar perawat, bahwa mereka tidak sendiri menghadapi kehilangan ini. Ada ikatan persaudaraan yang tetap terjaga, bahkan setelah tugas duniawi usai.

Kepergian almarhum mengingatkan kita semua bahwa profesi perawat adalah jalan pengabdian. Tidak selalu disorot, tidak selalu dipuji, namun penuh makna. Di balik seragam putih itu, ada keteguhan, ada keikhlasan, dan ada keberanian untuk terus melayani.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan diterima seluruh amal baktinya. Dan semoga kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi sesama.


Posting Komentar

Kami akan jawab sesuai pertanyaan dengan baik

Lebih baru Lebih lama